Rabu, 25 September 2019

TUJUAN DAN JENIS-JENIS AKUNTANSI


Akuntansi merupakan suatu proses mencatat, klasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, dari mulai transaksi serta peristiwa yang berhubungan dengan keuangan sampai terbentuknya laporan keuangan dalam Klasifikasi akuntansi mempunyai tujuan dan kegunaan, kegiatannya tersendiri untuk mencapai suatu informasi yang relevan

Tujuan Akuntansi

Tujuan akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak-pihak yang berkepentingan Kegunaan Akuntansi yaitu untuk mendapatkan informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan.
Kegiatan akuntansi yaitu meliputi identifikasi dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan keputusan, pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan dan memberikan informasi kepada pemakai

Laporan Keuangan Dalam Akuntans

Dari Hasil proses akuntansi maka terbentuklah suatu laporan keuangan itu sendiri yang meliputi,
  • Neraca
  • Laporan Rugi Laba
  • Laporan Arus Kas
  • Laporan Perubahan Modal
  • Catatan-catatan atas Laporan Keuangan
Laporan Keuangan tersebut sangat bermanfaat bagi para pemakai baik baik pihak internal dan eksternal. Dengan adanya Laporan Keuangan maka para pemakai dapat mengambil keputusan ekonomi untuk kedepannya. sebagai contoh manajemen perusahaan dengan adanya Laporan Keuangan mereka dapat memutuskan apakah perlu untuk melakukan pembelian aset atau tidak.
Apakah perusahaan telah efisien dan efektif dalam penggunaan aset perusahaan, dan sebagai contoh lain manfaat Laporan Keuangan adalah bagi pihak pemegang saham, laporan ini berguna sebagai informasi apakah mereka berniat membeli atau menjual investasi mereka pada perusahaan tersebut.
Oleh karena itu fungsi laporan keuangan sangat penting sekali sebagai bahan pertimbangan dan bahan pengambil keputusan ekonomi. Setelah Mengetahui definisi akuntansi dan aktivitasnya, sekarang kita akan membahas jenis-jenis akuntansi yang ada.

Jenis-Jenis Akuntansi Dan Contohnya

Sama seperti manajemen akuntansi, Akuntansi juga memiliki jenis – jenisnya dan contohnya, antara lain :
  1. Akuntansi Keuangan adalah bidang akuntansi yang secara khusus mempelajari tentang transaksi-transaksi keuangan seperti hutang (kewajiban), modal(ekuitas) ataupun perubahan aset perusahaan.
  2. Akuntansi Manajemen adalah bidang akuntansi yang memberikan data nyata kepada pihak internal perusahaan (manajemen) sehingga diperlukan untuk menentukan kebijakan perusahaan selanjutnya.
  3. Akuntansi Biaya adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk menghemat biaya produksi atau biaya-biaya yang lain.
  4. Akuntansi Pajak adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk mengurusi perpajakan. Dalam hal ini untuk meminimalisir pajak yang harus dibayarkan perusahaan tanpa menyalahi aturan yang berlaku.
  5. Akuntansi Pemeriksaan adalah bidang akuntansi yang berupa pemeriksaan atas laporan pencatatan akuntansi / laporan keuangan yang dilakukan oleh akuntan independen tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Akuntansi pemeriksaan ini biasa disebut dengan audit dan orang yang mengaudit disebut auditor.
  6. Akuntansi Anggaran adalah bidang akuntansi yang mempelajari penyusunan budgeting atau pengeluaran dari sebuah perusahaan kemudian membandingkannya dengan pengeluaran yang aktual.
  7. Akuntansi Pemerintahan adalah bidang akuntansi yang mempelajari tentang penyajian data laporan keuangan atau financial statement yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan, baik lembaga daerah atau pusat.
  8. Akuntansi Pendidikan adalah bidang akuntansi yang dimana output diarahkan khusus di bidang pendidikan, misalkan untuk menjadi pengajar akuntansi, peneliti atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan edukasi akuntansi.
  9. Sistem Akuntansi adalah bidang bidang akuntansi yang berhubungan dengan proses pembuatan prosedur akuntansi / alat-alat pendukungnya. Serta diikuti oleh penentuan langkah-langkah yang akan diambil kedepannya.
  10. Akuntansi Internasional adalah bidang akuntansi yang mempelajari masalah-masalah internasional seperti perdagangan internasional yang umum terjadi di perusahaan multi nasional/internasional.

PENGERTIAN , UNSUR , CONTOH SISTEM AKUNTANSI


MEMAHAMI PENGERTIAN , UNSUR , CONTOH SISTEM AKUNTANSI
Sistem akuntansi adalah sebuah ikhtisar yang terdiri dari catatan manual atau komputerisasi transaksi keuangan untuk tujuan rekaman, mengkategorikan, menganalisis dan melaporkan informasi manajemen keuangan yang tepat waktu. Sistem akuntansi memiliki berbagai fungsi seperti mengumpulkan dan menyimpan data transaksi, memproses data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan, dan sebagai kontrol terhadap organisasi.

Pengertian Sistem Akuntansi

Warren, Reeve, Fees (2005: 234)

Sistem akuntansi merupakan metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklarifikasi, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi kegiatan bisnis (operasional) dan keuangan sebuah perusahaan.

Baridwan  (2000;6)

Sistem akuntansi adalah sebuah formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen.

Niswonger dkk (1999;182)

Sebuah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan dan melaporkan infomasi mengenai keuangan dan operasi perusahaan.

Unsur-Unsur Sistem Akuntansi

Pada umumnya sebuah sistem akuntansi memiliki 5 (lima) unsur utama yaitu.

1. Formulir

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat/merekam kejadian transaksi. Di dalam formulir terdapat data transaksi yang dapay dijadikan dasar dalam pencatatan.

2. Jurnal

Jurnal merupakan sistem akuntansi yang dilakukan untuk mencatat, mengelompokkan transaksi sejenis, dan meringkas data keuangan lainnya. Hasil dari peringkasan data kemudian di-posting ke rekening yang bersangkutan di dalam buku besar. Bentuk Jurnal yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
Jurnal Penerimaan Kas, jurnal yang disediakan khusus untuk mecatat transaksi penerimaan kas.
Jurnal Pengeluaran Kas, jurnal yang khusus disediakan untuk mencatat segala jenis pengeluaran kas.
Jurnal Pembelian, jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit. Pembelian secara tunai masuk ke dalam jurnal pengeluaran kas.
Jurnal Penjualan, jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit. Penjualan secara tunai dimasukkan dalam jurnal penerimaan kas.
Jurnal Umum disediakan khusus untuk mencatat penyesuaian pembukuan, koreksi transaksi dan hal lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.

3. Buku Besar (General Ledger)

Buku besar terdiri dari kumpulan rekening-rekening yang berfungsi untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening buku besar dianggap juga sebagai tempat penggolongan data keuangan untuk penyajian laporan keuangan.

4. Buku Pembantu (Subsidiary Ledger)

Buku pembantu berisi rekening-rekening pembantu dalam merinci data keuangan, contohnya seperti  mengelompokkan jenis transaksi yang terjadi di suatu perusahaan satu dengan yang lainnya.

5. Laporan

Laporan adalah hasil akhir dari proses akuntansi, berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok produksi, laporan harga pokok penjualan, daftar utang, daftar saldo persediaan.

Contoh Sistem Akuntansi

Akuntansi manajemen

Tujuan dari akuntansi manajemen adalah memberikan informasi akuntansi kepada manajer untuk keperluan perencanaaan, pengendalian, dan pengelolaan operasi bisnis.

Akuntansi Persediaan (Inventory Accounting)

Sistem akuntansi persediaan digunakan untuk merencanakan dan melacak tingkat persediaan, serta kegiatan inventaris yang terkait. Salah satu sistem persediaan umum adalah kode bar pelacakan, di mana setiap item persediaan ditandai dengan kode bar.

Akuntansi Non-Profit

Merupakan sebuah sistem akuntansi untuk organisasi nirlaba yang memiliki ciri spesifik dari persyaratan pelaporan. Misalnya, tentang sistem pelacakan dana, sehingga sumbangan yang diberikan untuk tujuan tertentu bisa diketahui telah disalurkan secara benar.